Minggu, 24 Juni 2012

GAMBAR TEKNIK_Analogi Warna


A. Warna

Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.  gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer.
Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, kuning, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% kuning, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta.
Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.
Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).
Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.
Pengelompokan :
  1. Warna netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.
  2. Warna kontras, adalah warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.
  3. Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.
  4. Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna sejuk mengesankan jarak yang jauh.
Nilai warna, ditentukan oleh tingkat kecerahan maupun kesuraman warna. Nilai ini dipengaruhi oleh penambahan putih ataupun hitam. Di dalam sistem RGB, nilai ini ditentukan oleh penambahan komponen merah, biru, dan hijau dalam komposisi yang tepat sama walaupun tidak harus penuh seratus persen.

B. Analogi Warna

Analog warna adalah warna yang berdekatan atau di samping satu sama lain pada roda warna. Skema warna analog adalah satu di mana hanya tiga warna yang berdekatan yang digunakan. Teorinya adalah bahwa warna bekerja dengan baik atau harmonis bersama-sama. Biasanya salah satu warna dominan, atau digunakan lebih dari dua lainnya, dalam lukisan.
Warna aksen dalam Skema Warna Analog :
Seperti dengan skema warna lain, warna aksen dalam sebuah ruangan bisa jatuh di luar skema warna dasar. Aksen dapat termasuk seni, vas, tanaman, pengaturan bunga, dan mebel kayu dan lantai  Bukan hal yang aneh dalam skema warna analog untuk warna aksen untuk jatuh dalam kisaran warna komplementer.

Fungsi :
Warna skema memainkan peran utama dalam desain interior dan desain website. Desain interior menggunakan standar merah / biru / roda warna kuning. Dalam desain interior, warna membantu untuk menentukan suasana sebuah ruangan. Menurut Digest Dekorasi Rental, faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih skema warna termasuk gaya hidup dan preferensi warna anggota keluarga. desain Website memanfaatkan / merah biru / roda warna hijau, sebagai / merah biru / roda warna hijau mengandung harmonisasi lebih. Web Design Studio, menunjukkan memilih website yang sesuai skema warna tergantung pada tujuan dari website Anda, mencatat sebuah website bisnis harus menarik bagi target audiens.
Masing-masing dari skema warna klasik menawarkan elemen-elemen positif. skema monokromatis cenderung sederhana untuk desain, tapi kurang kontras. skema Pelengkap menawarkan kontras yang seimbang. Analog skema juga cenderung mudah untuk merancang, sambil menawarkan lebih dari skema warna monokromatik. skema Triadic fitur bahkan lebih dari kontras yang seimbang. skema Tetradic adalah yang paling berwarna-warni tetapi mungkin sulit untuk berbaur.

Warna Sebagai Unsur Desain :
Warna sebetulnya merupakan salah satu unsur sebuah desain, di samping garis, bidang, bentuk,  dimensi, ruang, tekstur, nada (gelap terang), dan arah. Sebagai sebuah unsur desain, tentu ada kaedah-kaedah tertentu yang harus diperhatikan sebagai pedoman  bagi seorang desainer.

a. Lingkaran Warna
Lingkaran atau piring warna adalah susunan melingkar (siklus) dari beberapa warna pokok (primer) dan beberapa warna turunannya (sekunder).
Warna primer atau warna pokok adalah merupakan warna dasar yang tidak dihasilkan dari pencampuran warna lainnya. Dari pengertian di atas maka hitam, putih, emas dan perak dapat dimasukkan dalam kategori warna pokok. Namun karena hitam, putih, emas dan perak tidak menampakkan kroma tertentu, maka warna-warna tersebut danggap bukan warna. Bahkan sebahagian orang ada yang mengelompokkan hitam dan putih sebagai ‘warna netral’, dapat dipasangkan sebagai penetralisir bagi warna apapun. Dengan alasan tersebut, maka warna pokok hanya terdiri dari warna kuning, merah dan biru. Skema warna di atas dikenal juga dengan skema warna triadic karena masing-masing warna tersebut terletak pada titik sudut segitiga sama kaki dalam lingkaran warna.
Warna Sekunder Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Apabila dua warna pokok dicampurkan dengan kadar yang sama (100% : 100%), maka dihasilkan sebuah warna baru yang dinamakan warna ke dua (sekunder; dari kata second) atau warna turunan.


Dari percampuran warna merah dan kuning menghasilkan warna oranye, merah dengan biru menghasilkan ungu, sedangkan biru dengan kuning kita dapati warna hijau. Oranye, ungu dan hijau adalah warna sekunder.
Di antara merah dan ungu, ungu dan biru, kuning dan oranye, oranye dan merah, biru dan hijau serta hijau dengan kuning masih terdapat  jutaan gugus warna merah keungu-unguan atau ungu kemerah-merahan yang disebut Warna Tersier dan masih ada lagi yang tidak terhingga banyaknya.
Rentangan warna yang bersebelahan yang berjumlah jutaan tersebut dinamakan ‘Warna Analogus’. Warna yang berdekatan ini sering juga dinamakan warna-warna harmonis dan senada (matching), seperti  kuning merentang hingga hijau. Hijau merentang hingga biru. Biru merentang hingga ungu, dan seterusnya.
Kesan kontras dapat dilihat jika warna komplementer ini didekatkan satu dengan yang lainnya. Jika dalam penampilan (busana) warna ini tabu untuk disandingkan, namun dalam desain grafis (cetak) atau desain grafis multimedia, para desainer terkadang sengaja menempatkan warna-warna ini dalam satu frame agar media tersebut mempunyai greget dan tekanan (emphasis).

b. Karakteristik Warna

Seperti dipelajari di fisika, kita mengenal warna karena ada cahaya. Dan sumber cahaya utama bagi kehidupan dunia adalah matahari. Sudah menjadi fakta juga bahwa cahaya matahari sebenarnya adalah putih. Meskipun cahaya matahari yang terlihat di kita adalah putih, tetapi sebenarnya cahaya putih tersebut tersusun dari berbagai warna. Warna-warna ini bisa dipisahkan melalui proses pembiasan. Proses inilah yang terjadi pada pelangi sehingga kita melihat pelangi berwarna-warni.
Bagaimana sebuah benda mempunyai ‘WARNA’?
Sangat menarik. Kenyataannya sebuah benda itu tidak memiliki warna sendiri. Warna yang kita lihat dari sebuah benda, pada dasarnya adalah pantulan sebagian cahaya matahari. Sebuah benda terlihat berwarna biru karena benda tersebut hanya memantulkan warna biru dan tidak memantulkan warna lain, yang selanjutnya ditangkap oleh mata kita sehingga otak kita menyimpulkan bahwa benda tersebut berwarna biru. Sebuah benda terlihat berwarna putih, karena benda tersebut memantulkan seluruh cahaya matahari. Dan sebuah benda terlihat berwarna hitam, karena benda tersebut tidak memantulkan cahaya matahari.
Selain perbedaan cahaya yang dipantulkan, sebuah benda juga berbeda dalam hal intensitas cahaya yang dipantulkan. Ada yang bisa memantulkan cahaya dengan intensitas yang sama dengan cahaya aslinya, contohnya adalah cermin. Namun kebanyakan benda hanya bisa memantulkan cahaya dengan intensitas yang lebih rendah dari aslinya.
Dengan kata lain, warna sebuah benda menunjukkan kemampuan benda tersebut dalam memantulkan cahaya matahari yang putih. Ada benda yang mampu memantulkan cahaya merah, biru, kuning, atau kombinasinya, ada yang mampu memantulkan warna putih, dan ada yang tidak mampu memantulkan sama sekali.
Kembali ke analogi warna, ditambah dengan hakekat warna dan matahari sebagai sumber cahaya utama di kehidupan, maka:

Putih lebih indah daripada biru  (atau salah satu warna yang lain)

Menurut mata kita, mungkin warna putih tidak seindah warna biru. Namun kenyatannya justru sebaliknya. Warna biru hanya bisa memantulkan cahaya biru. Misalkan ada sebuah cermin biru, kemudian memantulkan cahaya matahari ke sebuah ruangan yang gelap. Maka, hanya cahaya biru yang masuk ke ruangan tersebut. Cahaya ini akan membuat benda-benda di dalam ruangan berwarna biru atau hitam. Akan ada sebuah benda bukan hitam akan terlihat hitam. Bahkan yang berwarna putih pun akan menjadi biru. Berbeda dengan cermin putih. Cermin ini akan membuat cahaya yang masuk ke ruangan adalah cahaya putih. Dengan cahaya putih ini, semua benda akan terlihat berwarna aslinya, sesuai kemampuan pemantulannya. Dan hanya dengan warna putih ini, kita bisa melihat benda berwarna hitam adalah benda yang benar-benar berwarna hitam.
Jadi, menjadi biru tidak bisa membuat indah. Hanya akan ada 2 warna di dunia, yaitu biru dan hitam. Tetapi menjadi putih, bisa membuat dunia menjadi indah.

Kombinasi warna-warni belum tentu menjadi putih

Bagi yang pernah belajar melukis, akan mengetahui bahwa dengan mencampur cat warna merah, biru, dan kuning, pasti akan mendapatkan warna putih. Ini terjadi karena cat campuran tersebut memantulkan cahaya merah, biru, dan kuning secara bersamaan (karena dari benda yang sama) sehingga menjadi putih. Artinya, jika cahaya merah, cahaya biru, dan cahaya kuning dipadukan, akan menjadi cahaya putih. Demikian juga dengan cahaya pelangi. Jika cahaya-cahaya pelangi disatukan lagi (ingat bahwa cahaya pelangi berasal dari cahaya putih matahari), akan diperoleh cahaya putih kembali.
Namun perlu diingat, bahwa hal itu bisa terjadi jika komposisinya tepat. Jika tidak tepat, kita tidak akan mendapatkan cahaya putih. Jika warna biru terlalu dominan maka kita akan mendapatkan warna biru. Selain komposisi, semua warna harus ada. Jika ada sebuah warna yang hilang, warna putih pun tidak kita dapatkan. Bahkan jika salah, justeru kita mendapatkan warna hitam. Kenapa? Jika ternyata di dalamnya ada warna hitam.
Daripada kita mengumpulkan berbagai warna untuk mendapatkan warna putih -padahal kemungkinan bisa mendapatkan warna lain-, kenapa tidak membuat putih dari warna putih saja? Padahal kita mempunyai warna putih itu. Dan seandainya warna-warna putih itu digabungkan maka yang dihasilkan tetap berwarna putih.

 Warna selain putih adalah kelemahan

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa warna sebuah benda yang kita lihat adalah bagian cahaya putih yang bisa dipantulkan. Ini menunjukkan kelemahan benda tersebut. Dia hanya bisa memantulkan sebuah warna saja, dan tidak bisa memantulkan warna yang lain. Sedangkan warna hitam menunjukkan ketidak-mampuan benda tersebut dalam memantulkan cahaya. Makanya, warna hitam sering dijadikan simbol kematian.

Warna putih adalah kesempurnaan dan kehidupan

Benda berwarna putih menunjukkan kesempurnaannya dalam memantulkan cahaya putih matahari. Dan dengan kemampuan pemantulannya yang sempurna, membuat segala sesuatu tetap hidup, berwarna sesuai aslinya. Bandingkan dengan warna lain, yang bisa membuat benda bukan hitam terlihat hitam atau membuat warna putih menjadi warna tersebut.

Sumber :
-Dari Berbagai Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar